Negara-Negara Dunia M Mendominasi WWL 2012
World Watch List 2012
2 Jan 2012
Jakarta, (Jan.11, 2012) – Ada sesuatu yang tidak berubah dalam Indeks Ketertindasan (World Watch List) 2012 tahun ini. Korea Utara ada diperingkat pertama selama sepuluh tahun berturut – turut, sebagai negara dimana umat Kristen mengalami penganiayaan, sementara negara – negara dunia Muslim mewakili sembilan dari peringkat sepuluh teratas serta 38 dari total 50 negara dalam indeks.
Afganistan (2), Arab Saudi (3), Somalia (4), Iran (5) dan Maladewa (6) membentuk sebuah blok dimana umat Kristen lokal hampir tidak memiliki kebebasan untuk beribadah secara terbuka. Untuk pertama kalinya Pakistan (10) masuk dalam sepuluh besar setelah mengalami tahun yang penuh pergumulan saat politisi Kristen yang duduk dalam kementrian cabinet : Shahbaz Bhatti dibunuh karena upayanya untuk mengubah undang-undang penistaan agama (blasphemy law).
Negara – negara lain yang masuk dalam peringkat sepuluh adalah : Uzbekistan (7), Yemen (8), dan Irak (9). Laos adalah satu-satunya negara yang keluar dari peringkat sepuluh, turun ke peringkat 12.
Daftar Negara-Negara World Watch List
Saat dimana penganiayaan semakin meningkat karena serangan-serangan yang ditujukan oleh kelompok-kelompok ekstrimis, tanpa banyak pertanyaan lagi, Korea Utara kembali masuk dalam peringkat pertama.
Sebagai negara komunis yang ekstrim, Korea Utara membangun sebuah sekte yang memuja pendiri negara tersebut, Kim Il-Sung. Setiap orang yang menyembah ‘tuhan lain’ akan langsung dianiaya. Diperkirakan sebanyak 200.000 hingga 400.000 umat Kristen dinegara ini hidup dalam persembunyian. Dan kurang lebih sebanyak 50.000 hingga 70.000 umat Kristen ditahan dalam kamp-kamp konsentrasi.
“Apa pengaruh kematian Kim Jung-Il bulan lalu dan peralihan kekuasaan kepada putranya Kim Jong-Un terhadap status umat Kristen di Korea Utara masih sangat sulit untuk diperkirakan saat ini.” Demikian dipaparkan Presiden Open Doors USA/CEO Dr.Carl Moeller. Ia menambahkan, “Yang dapat dipastikan, situasi umat Kristen masih berada dalam bahaya. Berdoalah bersama kami agar Tuhan membuka pintu-pintu di Korea Utara dan kebebasan beragama bisa benar-benar terujud, semua menyembah Tuhan yang benar, bukan menyembah Kim Jong-Il dan Kim Il-Sung.”
Terdapat perubahan yang cukup signifikan dalam WWL, termasuk perpindahan Sudan yang naik ke peringkat 16 (19 titik) – sebuah lompatan paling besar . Nigeria naik 10 titik ke peringkat 13. Mesir, dipengaruhi oleh protes serta pergolakan politik saat gerakan Arab Spring, akhirnya membuat negara ini naik 4 titik ke nomor 15. Meningkatnya serangan – serangan kelompok ekstrimis memicu pergerakan naik Sudan, Nigeria dan Mesir.
“Menjadi umat Kristen dari latar belakang M atau ‘Secret Believers’ di negara-negara dunia M adalah sebuah tantangan besar. Umat Kristen sering mengalami penganiayaan dari kelompok ekstrimis, pemerintah dan masyarakat bahkan dari tengah keluarga mereka sendiri.” Ujar Carl Moeller. “Seperti ditampilkan dalam World Watch List 2012, penganiayaan terhadap umat Kristen di negara-negara dunia M terus meningkat. Sementara banyak orang berpikir gerakan Arab Spring akan membawa angin sejuk dalam bentuk kebebasan, termasuk kebebasan beragama, dapat dipastikan hal itu tidak terjadi hingga saat ini.”
Bulan Juli 2011 Sudan Selatan, yang didominasi oleh umat Kristen, melepaskan diri dan menjadi negara bebas, menyebabkan umat Kristen di Sudan Utara semakin terisolasi dibawah pemerintahan Presiden Omar al-Bashir. Sebagai balasan karena telah kehilangan Sudan Selata, Presiden al-Bashir bersumpah akan membuat perubahan dalam undang-undang negaranya dan menjadi Sudan Utara semakin bernuansa M. Aparat militer menyerang komunitas-komunitas berbasis Kristen dan menyebabkan banyak penduduk tewas.
Nigeria tetap menjadi negara dengan tingkat kekejian terburuk dalam hal korban tewas. Lebih dari 300 umat Kristen mati martir tahun lalu, meski angka actual dipastikan bisa lebih tinggi, dua kali bahkan tiga kali lipat. Jumlahnya kemungkinan lebih banyak dari insiden di Korea Utara, namun sulit untuk mendapatkan konfirmasi. Sejak tahun 2009, sebuah kelompok ekstrimis B.H telah menghancurkan lebih dari 50 gereja dan membunuh 10 pendeta di negara ini.
Umat Kristen di Mesir mulai mengalami kekacauan sejak tahun 2011 ketika sebuah bom meledak di Gereja Koptik Ortodoks St.Markus dan Paus Petrus menewaskan 21 umat Kristen saat perayaan Tahun Baru. Setelah mundurnya Presiden Hosni Mubarak di bulan Februari, harapan akan kebebasan mulai melambung tinggi dalam hati setiap rakyat Mesir. Namun pada tanggal 9 Oktober, aparat militer mengecewakan rakyat ketika terjadi insiden Maspero di Kairo yang menewaskan 27 demonstran dari gereja Koptik. Dipenghujung tahun 2011, kelompok-kelompok agama tertentu mulai bermunculan untuk mengikuti pemilu di bulan November, memaksa beberapa orang untuk menghapus gerakan Arab Spring menjadi Arab Winter bagi umat Kristen.
China masih menjadi negara ‘gereja teraniaya’ terbesar dengan total sejumlah 80 juta umat Kristen hidup disana. Tahun ini China keluar dari peringkat 20 teratas ke peringkat 21. Tahun lalu China ada diperingkat 16. Hal ini disebabkan karena banyak pendeta dan pemimpin gereja-gereja rumah telah belajar ‘bersembunyi’ dari radar pemerintah.
Kabar baik dibalik kabar tentang meningkatnya penganiayaan adalah meningkatnya pertumbuhan gereja yang seringkali disusul dengan meningkatnya penganiayaan. Seorang pendeta di Iran mengatakan, “Kami tidak akan bertumbuh jika tidak ada harga yang kami bayar bagi kesaksian hidup kami.”
WWL disusun berdasarkan rangkaian pertanyaan (questionnaire) yang dibuat Open Doors untuk mengukur tingkat penganiayaan di 60 negara. Pertanyaan ini diisi oleh staff OD yang melayani dilapangan, diperiksa kembali oleh para ahli dan akhirnya menjadi sebuah list dengan peringkat kwantitatif per negara. Negara-negara ini diberi peringkat sesuai dengan point masing-masing.
***
Diperkirakan 100 juta Umat Kristen diseluruh dunia, termasuk di Indonesia menderita aniaya dalam bentuk : diskriminasi, pengasingan, penangkapan, interogasi, pemenjaraan bahkan kematian karena iman mereka pada Kristus. Open Doors menguatkan saudara-saudari umat Kristen ditempat-tempat yang sulit bagi keKristenan dalam bentuk pelayanan : pendistribusian Alkitab dan buku-buku rohani, pelatihan kepemimpinan, pengembangan dan pemberdayaan, doa serta advokasi. Untuk menjadi mitra Open Doors Indonesia, hubungi : 021-5664884 atau kunjungi website kami di www.opendoorsindonesia.org