1 Korea Utara:
Korea Utara kembali menduduki peringkat pertama dalam World Watch List 2012, sebagai Negara dimana umat Kristen paling banyak dan paling teraniaya. Berbeda dengan komunis, sebuah agama semu yang lebih menyerupai sekte dibentuk oleh pendiri Negara ini, Kim Il-Sung. Siapapun yang memiliki “tuhan selain pemimpin Negara dan pemerintah” secara otomatis akan dianiaya, oleh karena itu sekitar 200.000-400.000 umat Kristen dari Negara ini harus tetap mempraktekan iman percayanya secara sembunyi-sembunyi. Pada April 2012 pemerintah menjanjikan perayaan untuk memperingati 100 tahun usia Kim Il Sung – sebuah perayaan yang tidak mungkin dapat diselenggarakan oleh Negara semiskin Korea Utara. Pemerintah Korea Utara sangat terdesak dan membutuhkan bantuan hingga akhirnya memutuskan untuk mengijinkan lembaga-lembaga Kristen masuk dan mendistribusikan bantuan. Ada banyak laporan penahanan, tapi sulit untuk mendapatkan statistik yang sesungguhnya. Kematian Kim Jong-Il bulan Desember 2011 sepertinya tidak akan mengubah kebijakan pemerintah yang menekan umat Kristen.
Video Korea Utara
2 Afghanistan:
Afghanistan menduduki posisi kedua tahun ini yang sebelumnya diduduki Iran, Afghanistan naik dari posisi ketiga ke posisi kedua pada World Watch List 2012. Sepuluh tahun setelah rezim Taliban disingkirkan oleh pasukan Internasional, situasi tetap tidak banyak berubah. Hal ini terutama berlaku terhadap kelompok minoritas seperti komunitas Kristen. Meskipun telah menandatangani semua perjanjian internasional yang dirancang untuk melindungi kebebasan beragama, pemerintah tetap tidak dapat menjamin hak yang paling mendasar dari peraturan ini. Semua orang Kristen Afghanistan sangat rentan karena mereka berasal dari latar belakang agama M. Jika identitas mereka diketahui, maka mereka akan menghadapi diskriminasi dari keluarga, komunitas, pihak berwenang dan petinggi agama. Tidak ada satupun gereja yang dibangun secara resmi, bahkan bagi umat Kristen asing (ekspatriat). Taliban telah memperoleh kembali kekuatannya, dan pada bulan Oktober mereka mengeluarkan pernyataan bahwa mereka bersumpah akan membasmi semua orang Kristen, baik umat Kristen asing atau lokal dari negara ini. Pekerja Kristen terus menjadi target utama kelompok ini.
3. Arab Saudi
Sejumlah kecil masyarakat yang berpindah agama mempraktekan iman percayanya secara diam-diam dan belum dapat mengekspresikan iman mereka secara bebas. Konsekuensi dari kemurtadan adalah hukuman mati dan beribadah di tempat umum adalah hal yang tidak diizinkan. Tidak ada satupun gereja yang diperkenankan untuk berdiri. Open Doors sendiri mendapat kesaksian dari beberapa umat Kristen di Negara tersebut yang mengalami kekerasan secara fisik karena iman mereka. Sejumlah umat Kristen meninggalkan Negara ini karena ditekan dan ditindas karena iman mereka. Tahun ini Arab Saudi naik satu peringkat dikarenakan banyaknya penangkapan yang terjadi pada tahun 2011. Jika semakin banyak dari mereka yang berani mengekspresikan imannya, maka semakin banyak lagi penganiayaan dan tekanan yang akan terjadi atas umat Kristen di Negara ini.
4. Somalia
Somalia naik satu peringkat dari peringkat 5 ke peringkat 4 dalam WWL 2012. Kelompok ekstrimis sebuah agama adalah penyebab utama penganiayaan. Di Somalia, adalah tidak mungkin bagi umat percaya yang berlatar belakang agama lain untuk mengadakan kegiatan gereja. Mereka tidak dapat beribadah bersama dan hidup ditengah ketakutan dan ancaman. Mereka hanya dapat membentuk kelompok kecil secara diam-diam, kelompok yang hanya beranggotakan 5 orang. Adalah hal yang berbahaya untuk membesarkan anak-anak dengan mengajarkan iman Kristen. Sejumlah penduduk telah meninggalkan Negara ini karena beberapa alasan, seperti, keterbatasan makanan, etnis, politik dan kurangnya kebebasan beragama. Saat ini Somalia berada dalam masa transisi kepemerintahan yang mengimplementasikan hukum Shariah.
5. Iran
Penganiayaan agama minoritas terus meningkat di Iran sejak 2005. Lebih dari 200 orang Kristen ditangkap selama periode yang dilaporkan. Pada tanggal 19 Oktober 2010, pemimpin agama tertinggi di Iran menuding "Musuh agama adalah mereka yang mendirikan dan memperluas Kristen di Iran.” Menteri Intelejen Heydat Moslehi, dikabarkan telah memberikan peringatan ancaman yang ditujukan bagi gereja-gereja rumah dan segala bentuk Kekristenan selama Oktober dan November 2011. Berdasarkan pernyataan tersebut, hanya orang Armenia dan Assyria yang diperbolehkan menjadi pemeluk agama Kristen. Hal ini membuat hampir seluruh aktifitas Kristen menjadi illegal, apalagi jika diadakan dalam bahasa Persia. Sejak awal adanya retorika anti-Kristen, jumlah penangkapan umat Kristen mengalami peningkatan. Meskipun sebagian besar mereka yang ditangkap kemudian dibebaskan, tekanan pada gereja tetap tinggi. Meskipun saat ini peringkat Iran telah turun dari 3 ke 5, namun kebebasan beragama umat Kristen belum membaik secara signifikan. Penurunan disebabkan karena penganiayaan di negara lain yang meningkat.
6. Maladewa
Pemerintah Maladewa menjadikan posisi mereka sebagai pelindung dan pembela agama M sebagai agama mayoritas. Karena setiap warganegara harus menjadi pemeluk agama M, maka setiap agama yang menyimpang akan mendapat larangan keras. Pemerintah memberlakukan keputusan ini baik kepada penduduk lokal, maupun kepada komunitas pendatang (ekspatriat). Sejumlah kecil umat percaya lokal tidak dapat melakukan pertemuan di tempat umum, apalagi beribadah bersama. Sementara itu pihak berwenang terus memantau seluruh kegiatan keagamaan yang menurut mereka mencurigakan, tekanan dari masyarakat setempat terhadap bentuk kegiatan dan ibadah agama lain pun masih tinggi. Penduduk Maladewapun mendukung kebijakan pemerintah karena mereka menganggap kebebasan beragama adalah kebebasan bagi agama mayoritas saja. Tidak ada hal substansial yang akan berubah selama periode ini, dan Maladewa menduduki peringkat yang sama dengan tahun lalu.
7. Usbekistan
Selama tujuh tahun berturut-turut Usbekistan menjadi negara yang menempati peringkat tertinggi dari semua negara Asia Tengah. Pihak berwenang telah memperketat pengawasannya atas semua gereja, dan sikap permusuhan masyarakat terhadap umat Kristen (terutama kaum SALAM) terus meningkat, dengan didukung oleh laporan media yang negatif. Sangat sulit bagi umat Kristen untuk mengekspresikan iman mereka. Pengawasan terhadap seluruh kegiatan agama semakin diperketat. Seluruh kegiatan gereja yang tidak tedaftar harus dilaksanakan secara diam-diam, termasuk kegiatan kaum muda, penjangkauan, seminar dan pelatihan. Pembelajaran Alkitab secara privat masih dapat ditoleransi meskipun tetap rentan akan penutupan. Bahkan gereja yang sudah terdaftarpun masih terus mendapat serangan dan jemaatnya harus waspada terhadap setiap kekerasan dan denda yang dibebankan atas mereka, terutama para kaum muda. Selama 10 tahun terakhir hanya ada satu gereja yang terdaftar, selain itu buku-buku rohani Kristen masuk dalam golongan barang-barang yang melanggar hukum (illegal).
8. Yaman
Ketidakamanan yang disebabkan oleh gerakan teroris membuat Yamen menjadi tidak stabil, keadaan semakin memburuk saat adanya kekacauan “Arab Spring” pada tahun 2011. Penculikkan orang asing di Yeman terjadi secara berkala, dan selalu berakhir dengan tercapainya keinginan penculik. Empat dari sembilan warga asing yang beragama Kristen diculik pada tahun 2009, hingga saat ini masih belum dapat ditemukan. Karena situasi yang kacau dan kekerasan di negara tersebut, Open Doors memiliki akses terbatas ke negara itu. Dengan informasi kurang tersedia, Yeman bergerak turun satu peringkat.
9. Irak
Eksodus besar-besaran sedang terjadi di Irak. Data menunjukkan penurunan umat Kristen yang cukup drastis dalam 10 tahun belakangan ini. Ketika Angkatan Darat AS menarik diri, Irak menderita dari ketidakpastian struktural, konflik dan ketidakstabilan. Pemerintah Irak tidak mampu menegakkan aturan hukum dan memberikan jaminan keamanan. Tingkat korupsi yang melonjak dan kekerasan publik belum menunjukan akhir. Hukum Shariah dipaksakan untuk diimplementasikan, umat Islam tidak diizinkan untuk berpindah agama. Kekerasan masih merupakan bagian dari masyarakat Irak di tahun 2011, meskipun ada laporan bahwa jumlah korban lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Umat Kristen terus diancam, dirampok, diperkosa, serta diculik dan gereja diserang. Sebuah perkembangan baru adalah memburuknya situasi orang Kristen di Kurdistan, bagian utara negara itu. Kekerasan terhadap orang Kristen meningkat di sana dan penyebab utamanya adalah penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok ekstrimis.
10. Pakistan
Pakistan adalah salah satu sumber dari berita utama penganiayaan terburuk di tahun 2011 karena peristiwa pembunuhan Menteri Kabinet Shahbaz Bhatti, seorang umat Kristen dengan jabatan tertinggi di dunia politik yang pernah terbunuh di Pakistan. Umat Kristen adalah kaum minoritas dengan jumlah hampir mencapai 2,5% dari total populasi negara yang 96% nya beragama muslim. Ancaman kematian adalah sesuatu yang sering dialami para pemimpin gereja; pemukulan biasa terjadi dan kerusakan gedung gereja terjadi setiap bulan. Umat Kristen terjebak diantara organisasi militan M yang secara rutin menjadikan mereka sebagai target kekerasan, dan budaya Islamisasi yang membuat umat Kristen semakin tersingkir dari Pakistan. Namun, hukum Pakistan cukup memberikan kebebasan Umat Kristen untuk menjalankan kegiatan gereja. Populasi Kristen tumbuh dan stabil, namun tidak jarang adanya serangan dari kaum ekstrimis. Secara umum fakta-fakta ini membuktikan betapa umat Kristen terancam di Negara ini, sehingga Pakistan naik 1 peringkat menjadi peringkat 10.