Visi dan Misi
" Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati.." Wahyu 3: 2
Open Doors melayani di tengah-tengah negara yang menekan dan menindas ke Kristenan dan pengikut Kristus, menguatkan umat Kristen agar mereka tetap berdiri teguh diatas iman percaya pada Kristus meski di tengah penganiayaan dan memperlengkapi mereka untuk tetap menyinarkan terang Kristus di tengah lingkungan yang penuh kegelapan.
Salah satu tantangan terberat bagi umat Kristen yang hidup dalam tekanan adalah isolasi – mereka terisolasi dari Firman Tuhan dan dari sesama Tubuh Kristus.
Saat organisasi Kristen lain tidak bisa melayani atau diusir keluar dari negara-negara tertentu, Open Doors ada disana – mendistribusikan Alkitab, melatih dan memperlengkapi hamba-hamba Tuhan dan para pemimpin Gereja, memperlengkapi umat Kristen dan menguatkan mereka secara pribadi dengan kehadiran dan doa kami serta melakukan pelayanan advokasi bagi mereka yang teraniaya karena imannya.
Ketika umat Kristen dikuatkan dalam Tuhan, mereka akan mendemonstrasikan kasih Tuhan, mengampuni dan menjangkau yang belum terjangkau, bahkan orang-orang yang telah menganiaya mereka.
Misi Open Doors
Kami ada untuk menguatkan dan memperlengkapi Tubuh Kristus yang mengalami dan menghadapi penganiayaan karena iman mereka pada Kristus Yesus serta meneguhkan mereka untuk tetap terlibat dalam penginjilan dunia dengan :
-
Menyediakan Alkitab dan buku-buku rohani, pelatihan kepemimpinan, bantuan socio economic, dan melalui doa syafaat.
-
Mempersiapkan Tubuh Kristus yang tinggal dibawah ancaman ataupun di daerah-daerah konflik yang rentan terhadap penganiayaan.
Memberitahukan kepada gereja-gereja bebas serta menggerakan gereja-gereja bebas untuk berdiri bersama dan menguatkan Saudara-Saudari mereka yang teraniaya karena imannya.
Kami melakukan semuanya ini karena kami percaya jika satu anggota tubuh menderita maka semua anggota lainnya turut menderita (1 Korintus 12;26) semua pintu-pintu terbuka dan Tuhan memampukan TubuhNYA untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil.